Senin, 31 Juli 2017

21.50.00

3 Film Asia Favorit Saya

Day 1: Sebutkan 3 film favoritmu, dan jelaskan kenapa kamu amat menyukai nya

Sejak memiliki komputer, saya hobi sekali mengoleksi film yang saya duplikat dari teman-teman sekolah.  Mereka mendapatkannya dari internet. Saking seringnya mengkopi film saya bahkan bisa membawa lebih dari satu flashdisk di mana beberapa adalah pinjaman dari orang rumah. Alhasil, memori penyimpanan komputer saya menjadi cepat penuh. Kalau sudah begini saya jadi dibuat bingung harus menghapus berkas-berkas digital yang mana. Karena menghapus ratusan berkas tulisan dalam Microsoft words atau yang berbentuk pdf tidak akan berpengaruh  signifikan pada penambahan memori kosong di komputer. Jalan terbaiknya adalah menghapus film-film yang nongkrong cantik di folder komputer. Ini yang paling bikin bingung dan gak tegaan. Semuanya baguuus.

Saya termasuk orang yang selektif mengkopi film. Nanya-nanya dulu ke teman kalau melihat judul film baru yang jadi penghuni laptopnya atau memutarnya pakai cara melompat-lompati adegan sampai akhir. Kriteria film yang bakal jadi penghuni baru komputer saya; petama adalah film yang ceritanya seru dilihat dari fast forward adegan. Satu adegan aksi dalam film itu benaran sanggup mempengaruhi hasrat menonton saya dilevel tertinggi. Kedua; film yang telah diiklankan di TV/internet atau yang jadi pembicaraan banyak orang. Ketiga; film yang pemerannya terkenal (terkenal ganteng atau cantik; terkenal dengan akting superkecenya setelah meraih piala bergengsi ajang perfilman). Kayak film-film aksinya Tom Cruise dan Yoo Seung Ho dari zaman dia masih anak-anak.

Well, sebenarnya saya kesulitan memilih film mana yang pantas saya kategorikan sebagai top three film terbaik versi saya. Tapi karena diminta hanya menyebutkan tiga judul film saja, maka saya memilih (benaran ini sulit sekali) Gantz, Kaiji, dan Hearty Paws. Yang saya sebutkan itu semuanya film Asia (saya lupa judul film-film barat yang sudah saya tonton sejak lama).

Gantz


Salah satu film aksi dari Jepang yang bercampur dengan sedikit genre fantasi. Gantz terdiri dari dua seri. Jika di film pertama penonton dibuat bertanya-tanya dengan kemunculan bola hitam misterius yang mendatangkan orang yang sudah mati sebagai tokoh utama yang bertugas melawan alien. Maka di sekuelnyalah pertanyaan tersebut terjawab yang harus disertai dengan analisa penonton. Itulah yang membuat saya menyukai film ini. Pure action, dalam arti gak pakai sokongan adegan panas buat menjual cerita dan menarik penonton. Kisah percintaan pun ada dan bahkan cukup dramatis. Menurut saya dramatisasinya sangat elegan dan mengharukan. Saya sendiri banyak mengambil hikmah di seri pertama di mana tokoh utama yang penakut berubah menjadi seorang yang pemberani demi menghidupkan temannya. Alurnya keren dan membuat penasaran.

Kaiji

Masih produksi dari negeri sakura, Kaiji adalah sebuah film thriller yang mengajarkan arti perjuangan, pengorbanan dan pembelajaran untuk tidak menjadi orang yang tamak. Sejak di awal cerita film ini sudah membuat saya dan teman-teman yang saat itu nonton bareng menjadi deg-degan dan tak henti berkomentar karena banyaknya adegan bodoh yang dilakukan pemerannya. Saat menyaksikannya pun penonton bakal dibuat simpatik dengan kisah perbudakan dan 2/3 terakhir bakal membuat penonton deg-degan tak keruan. Teman saya pun bahkan ada yang menutup wajah pakai bantal saking gereget bercampur takutnya melihat aksi di film.

Hearty Paws

Ini adalah film melankolis yang sejak awal menonton membuat hidung saya meler-meler dan kelenjar mata saya memproduksi banyak sekali air mata. Saya gak sempat hitung sudah berapa liter air mata yang habis. Tapi gara-gara menonton film ini sampai menjelang tengah malam. Saya jadi kesulitan tidur sehabis menangis. Ini film masa kecil oppa saya, Yoo Seung Ho yang kisahnya dramatis sekali. Berkali-kali mengalami kehilangan dan harus berjuang untuk hidupnya sebagai yatim piatu bersama adiknya. Duh, cerita tentang keluarga selalu sukses bikin saya meleleh. Kamu juga kan?

Setiap orang punya genre film favoritnya masing-masing. Kalau saya lebih cenderung menyukai film-film yang bergenre thriller, action, drama keluarga, dan komedi. Kalau horror? Sebenarnya menonton film horror itu seru, tapi saya suka nggak sanggup bertahan setelah menonton. Bagaimana dengan kamu? Share dong***


*Tulisan ini diikutkan dalam Tantangan 7 Hari menulis Basabasi store

Gambar: Tumblr, yesasia

Minggu, 30 Juli 2017

23.38.00

Keanehan yang Bisa Bikin Orang Lain Ilfeel

Day 5: Keanehan apa yang kamu punya, yang itu riskan sekali membuat orang lain ilfeel

Ada kebiasaan yang orang lain punya, bagi mereka itu adalah hal yang wajar dilakukan. Tapi bagi kita, oh NO! Nggak banget! Begitupun sebaliknya. Kebiasaan yang menurut orang lain itu aneh hanya bisa kita ketahui saat orang yang risih itu menyampaikan ke kita. Secara pribadi, ada beberapa hal yang teman saya pernah sampaikan ke saya untuk diubah atau dihentikan. Karena kalau tidak, bakal bikin orang ilfeel. Dialah salah satu yang ilfeel itu. Hahaha…. but thanks.

Zaman SMP, tanpa sadar saya sering menekuk wajah. Itu yang bagaimana ya? Saat kening saya berkerut, mata saya fokus, alis saya menurun dan agak berkerut sambil memandang sesuatu. Di saat itulah saya katanya jelek banget. Teman sekelas saya suatu kali menyikut saya sambil bilang, “berhenti membuat wajahmu seperti itu! Jelek sekali!” ungkap dia dengan nada serius. Angkot yang berhenti di depan saya membuat saya bisa berkaca di jendela sampingnya. ))O,0((


Kebiasaan itu sudah alamiah banget bagi saya. Itu karena keseringan mikir kalau dengar penjelasan guru sambil memvisualisasikannya. Ternyata, itu masih sering terjadi saat sekarang. Duh, saya jadi butuh Qalby berada di sisi saya nih buat menegur. Cuma dia yang berani jujur dan menegur saya tentang itu.

Tapi jika saya ingat-ingat teman-teman kuliah saya juga sebenarnya sering menegur saya kok gara-gara ekspresi saya yang menurut mereka mencerminkan sebuah ketegangan. Gilak, untung gak tersengat arus listrik dari tubuh sendiri yah! Gara-gara itu saya jadi sering dibuli tiap kali menunjukkan ekspresi ‘tegang’ tanpa sengaja. Saya nggak tahu maksud ekspresi tegang itu seperti apa gambarannya. Karena perasaan saya alamiah sekali menampilkan sebuah ekspresi. Mungkin hampir sama dengan menekuk wajah tapi teman-teman saya membahasakannya beda. Anehnya mungkin karena kok malah cewek sih yang sering-sering tegang. Padahal mah beda!


Ada keanehan lain yang sering teman saya celetukkan. Tapi saya merasa sulit menggambarkan dan menjelaskannya. Jadi sekian saja keanehan yang saat ini bisa saya gambarkan semoga tidak menambah daftar panjang orang-orang yang ilfeel saat saya secara natural melakukannya.


*Diikutkan dalam Tantangan 7 Hari Menulis Basabasi Store


Sabtu, 29 Juli 2017

23.59.00

Pertemuan Teman Media Sosial Impian

Day 4: Pada era sekarang ini, kenalan tanpa bertemu bukanlah hal sulit. Mungkin kamu  memiliki teman dunia maya  yang ingin kamu temui. Jika punya, ceritakanlah kenapa kamu ingin bertemu langsung dengannnya. Jika tidak punya, orang macam apa yang ingin kamu jadikan sahabat di dunia mayamu?

Media sosial adalah dalang dibalik terjadinya percintaan dua warga Negara yang belum pernah bertemu, yang tak jarang berakhir di pelaminan. Merupakan akibat dari pertemanan banyak orang-orang yang sehobi dan seminat. Serta sebab berterima kasihnya pengguna-pengguna yang dipertemukan dengan orang yang mampu memotivasi dan mengisnpirasi sehingga putus asa bukan jalan terakhir yang perlu ditempuh. Saya termasuk dua golongan yang saya sebutkan terakhir.

Jika diberi peluang bertemu dengan teman dunia maya, saya memilih untuk bertemu dengan teman-teman lintas Negara yang bergabung dalam kelompok introvert. Jauh sebelum saya mengidentifikasi diri sebagai seorang introvert, saya kerap merasa aneh dan berbeda dengan teman-teman saya lainnya. Saya mengeluhkan sifat-sifat tertentu yang muncul di saat yang saya rasa tidak tepat. Saya iri dengan orang-orang supel yang pandai sekali menarik perhatian orang lain ke dalam lingkarannya tanpa perlu merasa canggung dan malu. Pokoknya saya suka cemburu dengan orang-orang ekstrovert. Sampai saya menemukan artikel berbahasa Inggris yang terhubung dari Youtube yang kemudian membawa saya bergabung ke sebuah grup Facebook global.

Bulan-bulan awal saya bergabung, tidak pernah saya melewatkan mengomentari pos teman-teman dari Negara berbeda. Pos mereka lebih terdengar seperti curhatan dan protes karena dibanding-bandingkan dengan orang-orang ekstrovert. Kolom komentar akan dipenuhi dengan pembelaan, dukungan, dan motivasi yang menguatkan. Sering saya mendapat feedback dari komentar berupa dukungan dan fakta yang menguatkan hati.

Dari curhatan mereka saya menyadari, kalau saya tidak sendiri di dunia ini. Orang-orang yang sering menyebut saya aneh adalah orang-orang yang tidak mengerti tentang adanya perbedaan karakter yang besar antara Si introvert dan ekstrovert yang tidak bisa dipaksa untuk dilebur menjadi karakter adopsi. Bahkan dari tulisan cuhatan mereka saya melihat bahwa masih ada orang yang jauh lebih “mengisolasi diri” dibanding saya. Pastinya bakal seru saat saya bisa ketemu langsung dengan mereka yang cerewet  dan gokil banget di dunia maya, tapi di dunia nyata mungkin bungkam seribu kata.

Saya juga ingin sekali bertemu dengan Dewi N. Aisyah. Di dunia pemburu beasiswa, dia ini terkenal banget. Bagi saya dia ini sudah pantas jadi role model deh. Lulus cum laude dalam 3,5 tahun dari UI, berprestasi, solehah, punya banyak karya ilmiah, anak rohis, penulis buku, telah menikah dengan lelaki soleh, punya anak solehah, ilmu parentingnya keren, penerima beasiswa S3 presidential di UCL, master di ICL, muslimah istiqomah berjilbab lebar,  asisten dosen muslimah pertama di UK, dan peneliti. Aduh, kurang apa lagi dia sebagai sosok muslimah idaman masa kini?

Yang kuliah keluar negeri banyak, yang berprestasi banyak, tapi yang kemuslimahannya seperti di amah masih dikit banget. Tahu banget sih? Iya kan saya pemantau TL dia banget. Jujur saja, dia salah satu moodboster saya saat lagi down buat meraih cita-cita. Tulisan-tulisan dia sangat menginspirasi. Senang bangetlah pokoknya jika suatu hari bisa bertemu dia. Mau mencuri ilmunya banyak-banyak. Semoga dipertemukan dalam keadaan yang tetap istiqamah.

*Tulisan ini diikutkan dalam Tantangan 7 Hari Menulis Basabasi Store
23.59.00

Tiga Karakter Orang yang Menarik Perhatian

Day 3: Sebutkan 3 karakter orang lain yang pasti bakal menarik perhatianmu

Ada orang yang saya temui kemudian kepadanya saya langsung beranggapan, “orang ini menarik banget!”  Berasa ingin sekali berteman dengan mereka yang kita anggap sebagai orang yang menarik. Yang bakal bisa membuat hari-hari pertemanan menjadi tidak membosankan. Bagi saya, orang-orang yang menarik itu adalah orang-orang yang setidaknya memiliki karakter-karakter berikut ini.

Supel  tapi masih rendah hati dan tidak sombong


Saya sering minder sama orang yang gampang sekali menjalin pertemanan dengan orang baru. Misalnya dalam sebuah komunitas, ada sekelompok orang yang baru saja bergabung. Diantara mereka ada orang yang meskipun belum kenal sama anggota komunitas yang lama, tapi gampang sekali untuk membaur ke dalam lingkaran komunitas. Orang-orang lama pun bakal menarik dia sebagai teman, jadi kelihatannya mereka sudah seperti berteman lama atau pernah bertemu sebelumnya, padahal belum pernah sama sekali. 

Tapi orang supel yang saya maksud di sini adalah kelompok orang yang masih rendah hati dan gak sombong. Yang nggak membeda-bedakan kepada siapa dia ramah dan mau berbaur. Sebab saya juga biasa menjumpai tipikal si supel yang berbaurnya hanya sama yang menurut dia setara dengan gaya pergaulannya saja. Bagi saya itu sih tidak menarik perhatian, cuma menjadi orang-orang yang suka cari perhatian biar bisa ikutan populer atau gaul.

Humoris tapi gak nyakitin hati


Biasanya orang-orang yang supel itu humoris dan sebaliknya orang yang humoris lebih gampang menjalin pertemanan. Tapi menurut pengamatan saya, ada juga orang-orang humoris yang kalem. Yang aslinya sebenarnya pendiam tapi punya selera humor yang tinggi. Biasanya bila bertemu orang macam ini kita spontan nyeletuk, “astaga kamu, gak nyangka loh kamu ternyata lucu banget!” sebab ternyata kelucuannya bisa keluar kalau kita sudah dekat dengan dia. Saat dia merasa sudah nyaman dengan berteman dengan kita. 

Tipe orang humoris ini adalah yang membuat saya juga suka minder sebab mereka sanggup menghibur orang. Membuat orang jadi senang. Profesi Komik (pelakon stand-up comedy) adalah yang paling menarik perhatian saya. Tapi yang mengeluarkan humor-humor tanpa mencela atau menghina yang membuat orang tersinggung atau sakit hati. Sebab banyak juga yang menganggap bahwa kekurangan orang bisa dijadikan lelucon sampai-sampai sudah melanggar batas wajar.

Berwawasan luas tapi senang berbagi

Orang yang serba tahu menjadi tipe orang yang menarik sekali bagi saya. Berteman dengan mereka bisa sekaligus membuat saya termotivasi untuk banyak membaca dan memperbaharui informasi. Biar nanti kalau bertemu lagi, saya bisa membahas hal-hal terbaru sampai menyentuh ranah ilmiahnya. Wah, seru sekali lo itu. Sewaktu kuliah saya punya teman yang hobi sekali membaca buku-buku tebal dan membaca berita-berita dunia.


Saya kalau ngumpul dan ngobrol dengan dia cuma bisa melongo dan menanggapinya sebagai penanya. Belum menjadi teman diskusi yang baik karena informasi hanya bersumber dari dia. Berkat bergaul dengan dia, saya juga jadi ketularan mulai membaca buku-buku tebal dan sering membuka portal berita mancanegara.

Intinya, orang yang menarik perhatian saya itu adalah orang yang mampu memberi efek positif bagi lingkungannya. Meskipun mereka tidak bermasuk berbagi tapi karena karakter mereka yang menarik kita jadi perlahan-lahan terpapar untuk menjadi lebih positif lagi. Ada loh, yang baru melihat dari luarnya saja auranya sudah terpancar seakan bilang kalau mereka itu adalah orang-orang yang asik.***

*Tulisan ini diikutkan dalam Tantangan 7 Hari Menulis oleh Basabasi Store

Jumat, 28 Juli 2017

23.59.00

Hari Bahagia Sahabatku

Day 2: Ceritankalah secuil kisah tentang kebersamaan bersama sahabatmu, jika berani sebutlah namanya pada tulisanmu

Masih jelas dalam ingatan saya di mana lima bulan terakhir (peralihan dari tahun 2016 menuju 2017—Oktober sampai Maret) saya dan seorang perempuan yang saya anggap sahabat masih sering teleponan. Saling bertukar kabar, cerita lepas tentang kesibukan masing-masing dan orang-orang baru yang kami temui, saling menguatkan dan menyemati tentang tujuan kami yang sama-sama ingin lanjut kuliah lewat jalur beasiswa.

Saya masih merekam nada suara sedihnya dia saat gagal menembus beasiswa andalan Indonesia. Betapa khawatirnya dia tentang usia yang terus beranjak sementara cita-cita belum digenggam. Iya, percakapan kami saat itu masih berputar-putar tentang beasiswa dan perjuangan untuk meraihnya yang  sesekali dibumbui curhatan receh. Kemudian topik pembicaraan meningkat dengan hadirnya seorang ikhwan dalam pembicaraan seluler online kami. Sebuah pembicaraan yang bagi saya cukup rumit kala itu.

Kami ini kalau teleponan gak tanggung-tanggung bisa sampai kuping panas, handphone lowbatt, dan sinyal hilang. Bayangkan itu berapa jam? Obrolannya dari yang paling receh sampai yang paling serius. Termasuk tentang si ikhwan yang hadir untuk ngajakin dia taaruf. Dia yang taaruf tapi rasanya saya yang senyum-senyum malu-malu membayangkan itu bakal gimana. Sampai tiba sebuah kabar bahwa si ikhwan ngajakin nikah. Dengan seius datang mengkhitbah. Masya Allah, saya nggak sangguplah menerima telepon dia saat itu. Kami cuma saling Whatsapp-an tapi rasanya dalam banget nyampai ke saya.

Dia yang akan menikah tapi saya yang heboh sendiri saat itu, senyum-senyum makin gaje, bahkan nangis. Nangisnya antara sedih dan bahagia. Bahagianya tentu karena saudari saya ini bakal melepas masa lajang, perkara yang di usia saya dan teman sepermainan sudah banyak segerakan. Sedihnya karena saya mungkin akan kehilangan teman curhat dan teman jalan saya. Tentu setelah menikah saya sudah tidak bebas menghubungi dia lagi seperti dahulu. Saya juga bakal jadi segan lagi memulai chat atau telponan berjam-jam seperti dulu. Huh, masa dia menimpali saya; “makanya segera cari juga!”. Emang dia pikir menemukan jodoh yang tepat itu bisa secepat menemukan baju di online shop. Sekali suka langsung beli.-__-“

Beberapa pekan menjelang hari bahagianya, teman sekelas saya membuat grup di WA buat persiapan bikin baju seragam. Ya ampun saking seriusnya mereka ingin hadir ke lokasi yang jaraknya dari Makassar ditempuh dengan waktu sekitar 8 jam. Udah lintas provinsi  lagi! Setiba di lokasi acara pada jam dua dini hari. Kami langsung diinapkan di rumah neneknya yang berhadapan langsung dengan rumahnya. Beberapa jam menjelang akad nikah, kami sudah siap sedia di rumahnya dengan dresscode pink kalem. Sudah foto-foto tapi masih juga belum puas.

Dari kami berenam, saya dan Lala yang menemani dia sampai akad di dalam kamar pengantinnya. Pembicaraan sempat ngalor ngidul, dia juga sempat turun dari ranjang gak tau ngapain. Tapi saat mendengar suara MC dari luar, kami membisu. Kuliat dia yang bergaun putih elegan menunduk hikmad sambil merapal doa-doa. Terdengar suara mempelai pria mengucap ijab Kabul dalam satu tarikan napas yang diikuti kalimat “sah” berjamaah. Alhamdulillah. Saya tak mampu berkata apa-apa melainkan turut berbahagia, mendoakan yang terbaik untuk kebahagian sepanjang waktu sampai akhirat, kami berdua heboh memeluk dia saking hebohnya sampai lipstiknya nempel di jilbab Lala.

Secara eksklusif kami menyaksikan dan merekam momen sacral saat untuk pertama kalinya mempelai  lelaki menyentuhnya dan memasangkan cincin di jari manisnya. Saya dan Lala bertanya-tanya tentang alpanya momen cium kening yang sering kami jumpai di akad pernikahan. Bahagiaku untuk dia, sahabat yang padanya kami sering saling mendoakan untuk istiqamah termasuk untuk tidak pacaran. Banggaku padanya yang mampu menjaga kehormatan dan kesucian diri hingga datang seorang shalih yang menghalalkannya. Sebelum dia menikah, saya sudah mencari tahu siapa lelaki itu biar bisa memberi saran saat ngobrol. Masya Allah! beruntunglah keduanya yang bakal saling melengkapi dalam atap sakinah, mawaddah, warahmah.

Semoga bisa terus saling menjaga, saling menghormati, dan saling menguatkan hingga maut memisahkan aamiin.

Sabtu, 17 Juni 2017

22.58.00

Teruntuk Perempuan yang Sering Menyulam Kekhawatiran

Kepada perempuan yang berkaca,


Saya menulis ini saat malam mulai beranjak menuju gulita yang lebih pekat di dalam ruangan persegi panjang. Indera pendengaran saya masih bisa menangkap sayup-sayup muda-mudi yang terus mengobrol sambil sesekali terbahak. Ah, saya lupa ini rupanya sabtu malam. Orang-orang gemar sekali merayakan kebebasan dengan bergumul dan berkumpul membahas yang ringan-ringan.  Tulisan ini ingin saya persembahkan kepada seseorang yang berkaca pada tiap kata-kata yang berbaris di alinea-alinea ini. Sebagai pengingat juga sebagai alat mengenang yang sudah-sudah untuk dilupakan lebih dalam. Percayalah, tidak semua hal patut diingat hingga beku jadi dendam. Yang manis hanya manis pada waktunya, seperti permen karet ia punya masa tinggal hambar. Tidak usah terus dibangga-banggakan. Pun tidak semua kata-kata yang menusuk tajam perlu dimasukkan ke hati. Jangan membuatnya makin hitam oleh hal-hal negatif dari mulut karet orang yang suka sok tahu.

Bagaimana kabarmu sekarang?

Saya berharap jauh jauh lebih baik dari saat tulisan ini tengah diselesaikan. Tahukah kamu bahwa kamu diri adalah perempuan yang terlalu sering menumpuk kecemasan. Ada hal yang bisa jadi baik, tapi karena kekhawatiran yang terlampau menggunung di kepalamu semua jadi buyar. Tidakkah kamu ingat berapa banyak kesempatan yang hilang ditelan kecemasan level dewamu? Menyesallah, menyesallah hanya kemarin saja.

Oh iya, menjadi perempuan pencemas juga mengurangi keanggunanmu lho. Kamu terlalu sering kudapati tergopoh-gopoh melangkah. Ceroboh melakukan sesuatu hingga merusaknya  membuat berpasang-pasang mata mengarah kepada sosok tinggimu. Saya, kuharap hari ini kamu sudah jadi lebih baik. Tidak selalu membela diri dengan alasan artikel ilmiah yang menyuarakan pemakluman atas karaktermu. Kamu bisa jadi lebih baik!

                Bagaimana ruang kerja pikiranmu sekarang?

Seperti pasar yang sibuk dan berisik. Kamu terlalu banyak berpikir hingga terkadang sering melewatkan hal-hal yang butuh untuk segera diselesaikan. Ada hal yang sebaiknya tak perlu kamu urusi, dunia tidak memintamu menjadi malaikat penyelamat. Kamu harus tahu sendiri di momen seperti apa orang bisa menjadi seorang penolong ataupun orang yang sibuk ikut campur urusan orang lain yang tidak minta diurusi. Lagipula, apa yang pikiran kamu kerjakan bukanlah sebuah kesibukan yang menggolongkanmu sebagai penolong, kamu hanya terlalu terobsesi.

Kuharap saat kamu terus memutar otak untuk membayangkan yang berlalu, tulisan ini menyadarkanmu bahwa saat ini kamu tidak lagi punya waktu terus memikirkan  kesibukan orang lain. Takdir mereka, milik mereka. Membantu berbeda dengan meminjam mimpinya untuk kau wujudkan, meski sekadar angan-angan panjang yang melelahkan. Kamu sudah sadar kan kalau itu melelahkan?

                Sudah sesiap apa kamu dengan impianmu?

Tidak ada yang pernah salah dari bermimpi menjadi orang hebat dan terkenal. Yang keliru adalah saat kamu bermimpi meraihnya untuk dimanifestasikan sebagai kebanggaan. Sekali lagi, tidak perlu bangga dengan pencapaian baik. Cukup syukuri dan buat ia menjadi berfaedah karena orang lain merasa beruntung dan bahagia atasnya. Jika belum, berarti kamu belum jadi apa-apa. Kuingatkan lagi kutipan favorit kamu: manusia yang baik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Oh iya, apakah mimpi-mimpi yang ingin kamu wujudkan itu adalah murni keinginan terbesarmu? Sudah sebesar apa persiapanmu? Sudah selapang apa dada kamu untuk menerima kekecewaan? Saat kamu membaca ini kuharap separuh mimpimu telah menjadi nyata. Iya, jangan pernah putus bermimpi dan teruslah berlari meraihnya. Allah bersama orang-orang yang sabar.


Masih banyak yang ingin kusampaikan kepadamu, diri. Karena malam ini pun bertepatan dengan malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan ramadan di mana saya ingin mengungkapkan semua yang pernah terjadi untuk diperbaiki. Kesannya seperti refleksi akhir tahun yah? Saya berencana mengejar lailatul qadar lebih tepatnya, supaya saat kamu membaca ini kamu bisa merasakan bagaimana harapan-harapanku beserta doa yang kutembakkan ke langit tepat sasaran dan kembali sebagai sebuah rahmat. Semoga!

Diri, kuingatkan lagi bahwa tidak perlu berbuat baik hanya untuk tampil keren. Sia-sia! Tidak usah membanding-bandingkan diri hanya supaya kamu tetap jadi jauh lebih kece dari orang sebelah. Surga tidak melihat itu! Saat kamu membaca ini, kuharap kamu benar-benar telah beranjak dari hitamnya masa lalu, dari perihnya kegagalan, dan dari indahnya makar iblis yang menipu. Selamat menjadi baik diri dan teruslah baik!

Tetanda

-ditulis saat malam mulai larut di malam ke 23 ramadan dan berhenti saat lolongan anjing yang saling memburu makin nyaring-

Gambar: Pinterest

#7DaysKF

About

author Hello, there thanks for visiting my blog.
Learn More →



My Friends